Ponari, Dukun Cilik??

Saat ini seantero Indonesia sedang gempar dengan berita “Ponari si Dukun Cilik”. Begitu mencengangkan, meski masih usia  SD, Ponari telah menjadi anak yang terkenal hanya dalam beberapa hari saja. Tak ayal karena sambaran petir dan batu ajaibnya, kini dia menjadi terkenal, pasalnya dengan batu ajaibnya itu, dia bisa menyembuhkan orang sakit. Anak asal kecamatan Megaluh, Jombang mengaku bahwa dia mendapatkan batu ajaib tersebut sesaat setelah dia terkena sambaran petir. Alhasil, kini dia memiliki kekuatan dan batu yang luar biasa.

Banyak pro dan kontra atas kejadian ini. Coba Anda bayangkan, dalam beberapa hari sudah menelan korban jiwa karena antre berdesak-desakan. Keajaiban dari batu tersebut mungkin bisa disebabkan dari kandungan dari batu tersebut seperti mineral. Jika si pasien mengalami sakit yang diakibatkan kekurangan mineral, seperti rematik, bisa saja kandungan dari batu tersebut bisa membantu memulihkan penyakit tersebut. Namun pendapat ini perlu adanya pengkajian lebih lanjut, bisa saja kandungan batu tersebut dapat menyembuhkan penyakit yang lain. Begitu jika dilihat dari sudut pandang ilmiah.

Jika memang Tuhan berkehendak, pucuk ranting pun bisa menjadi obat. Demikianlah yang bisa dijelaskan dari pandangan agama. Apapun yang terjadi, perlu adanya kesadaran akan kekuatan Tuhan. Tetapi akan menjadi sangat berbahaya disaat men-Tuhan-kan batu sebagai satu-satunya obat alternatif. Tindakan para pasien dukun tersebut sudah berada di luar nalar dan akal sehat. Meski praktik pengobatan Ponari sudah ditutup, tetap saja mereka berdatangan. Dan gilanya lagi, air sumur dan lumpur dari kamar mandi Ponari dianggap memiliki “Yoni” atau keajaiban yang sama dengan batu ajaib milik Ponari tersebut. Bagaimana bisa sedikit hilang akal sehat para “pasien” ini?

Dilatarbelakangi ketidakmampuan biaya untuk berobat ke dokter, atau sudah sedikit tidak percaya dengan resep dokter, pasien-pasien ini tetap ngotot datang ke rumah Ponari. Mereka yang notabene masih sangat dekat dengan hal-hal yang berbau gaib, tentu tidak akan ambil pusing untuk datang ke dukun cilik ini. Sehingga, bisa dikatakan bahwa kebanyakan rakyat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan, tidak begitu percaya dengan fasilitas yang diberikan pemerintah. Mungkinkah kejadian ini menjadi tanda bahwa begitu setengah hati pemerintah mengentaskan kemiskinan? Atau mungkin kejadian ini dipolitisi oknum-oknum pejabat?

Alangkah baiknya jika pengobatan alternatif dipandang sebagai pengobatan tambahan selain pengobatan ke dokter. Selain itu juga hendaknya masyarakat bisa memilah-milah tingkah lakunya apakah sesuai atau bertentangan dengan norma agama dan norma sosial. Sehingga, perlu adanya dukungan dari pemerintah, pemuka agama untuk membantu pengembangan moral-agama dari seluruh rakyat di Indonesia agar tidak terjadi “atheis”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s