Tentangku

28 Juni 2009

Perkenalkan saya Ruhan Luthfi. Saya lahir di Nganjuk 20 tahun yang lalu. Tepatnya saya dilahirkan di Dsn. Banar Ds. Katerban Kec. Baron Kab. Nganjuk Jawa Timur. Bahasa yang menjadi bahasa baku saya adalah bahasa jawa ( jawa ngoko), oleh karena itu, ketika saya berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia sering kali saya masukkan logat jawa atau biasa teman-teman dari Surabaya menyebutnya medhok. Sangat bersyukur saya bisa sedikit tahu mengenai kebudayaan yang ada di Sby (bukan capres, tapi Surabaya) padahal awalnya saya ingin sekali di Malang. Hanya saja Tuhan berkehendak lain, saya merantau ke Surabaya. Bisa dibilang bahwa Surabaya is the hottest country (yang benar city, saya hanya menirukan kebodohan seorang putri Indonesia; country menjadi city).

Banyak teman-teman SMA yang mengatakan kalau studi yang saya ambil cukup berat dan biasa mereka sebut sebagai momoknya pelajaran setelah matematika. Tapi bagi saya, studi Fisika bukanlah hal yang mengerikan, justru lebih mengerikan matematika (karena saya tidak bisa integral,diferensial, dan trigonometri). Lumayan juga ketika saya merasakan Fisika, begitu indahnya dunia ini dengan segala keteraturannya baik dari yang ukuran Angstrom (10-10 meter) sampai ukuran Tera (1012 meter) atau bahkan lebih kecil dan lebih besar.

Saya bisa disebut sebagai seorang yang ndeso, karena baru Surabaya dan sekitarnya serta Bandung yang sudah pernah saya datangi. Yupz.. Cukup kuper bila dibandingkan teman-teman saya yang ada di Surabaya ataupun teman-teman SMA. Biaya hidup di Surabaya tidak cukup mahal jika dibandingkan dengan yang ada di daerah lain seperti Malang, Bandung, dan Yogyakarta. Dengan uang 10 ribu bisa untuk makan 1 hari, silahkan dihitung sendiri untuk perbulannya. Selain itu, saya cukup beruntung mendapatkan tempat kos dengan biaya yang tidak lebih mahal jika dibandingkan dengan tetangga kos, 140 ribu per bulan. Untungnya saya termasuk orang yang tidak terlalu suka belanja di mall, kalau ditraktir makan atau jalan-jalan di mall, saya ‘mah tidak akan menolak. Oh iya, kos saya termasuk kos yang panas karena menggunakan asbes untuk atapnya. Biasanya teman-teman saya menyebut kalau belajar di kos saya adalah belajar yang hot, kalau sedang melihat film, maka teman saya menyebutnya menonton film hot. Maksud hot di sini bukan sesuatu yang ada hubungannya dengan pornoaksi dan pornografi, tapi memang keadaan kos saya yang selalu panas.

Paling tidak saya sudah bisa sedikit memberikan kebahagiaan kepada orang tua saya ( atau mungkin belum sama sekali karena pengorbanan orang tua saya yang tidak kenal lelah,sakit,mahal, dll ), karena biaya per semester untuk kuliah sudah terbayar lewat beasiswa (terima kasih untuk Eka Cipta Foundation). Untuk indeks prestasi (IP) tidak perlu saya sebutkan, tapi yang pasti jauh lebih banyak teman-teman saya di Fisika yang memiliki indeks prestasi jauh lebih besar dibandingkan saya. Tapi bagi saya sudah lebih dari cukup dengan IP pas-pas-an. Paling tidak, target lulus tahun 2010/2011 bisa dicapai, karena saya tidak ingin terlalu membebani ortu membiayai kuliah saya.

Teman-teman saya khususnya yang ada di We RaVe SUFi sangatlah luarbiasa hebat mereka. Sebagai contoh boz kami, Vera, dia memiliki indeks prestasi tertinggi di angkatan kami, sabar, tapi sayang dia pelupa jadi bahaya kalau nitip uang ke dia. Kemudian Rochman, ukuran tubuhnya yang aduhai di antara kami berenam, paling suka jahil. Sewaktu masih di Kertosono saya pun juga mempunyai teman yang ukuran tubuh hampir sama dengan Rochman, dia Luke yang saat ini sedang menempuh Hubungan Internasional di Unibraw, Malang. Untuk pacar?? Sepertinya tidak deh, bukan bermaksud sombong tapi ‘nggak bakalan deh kalau ada cewek yang naksir. Hehe, mungkin terlalu pelit kalee. Eh, hampir kelupaan, saya pernah sangat terkesan dengan salah seorang cewek karena dia tu……..

Kalau ingin tahu lebih banyak tentang saya, silahkan comment di blog ini atau di Facebook/Friendster ruhanluthfi@yahoo.co.id


Install Linux

9 Februari 2009

Distro Linux yang pertama saya coba install ( sebelumnya menggunakan live cd ) adalah Mandriva 2007. Saya install melalui live cd, dan hasilnya tidak mengecewakan. Dengan Window Manager Gnome bisa langsung support spesifikasi pc saya yakni HDD 10GB,SDRAM 128MB,VGA on board. Cukup menyenangkan menggunakan Linux sehingga saya tidak khawatir akan kena razia software bajakan. Tapi karena masih minimnya pengetahuan saya tentang bagaimana memanfaatkan Linux, akhirnya saya gunakan MS Windows lagi.

Untuk saat ini, saya sangat tertarik dengan Fedora dan openSuSE. Yang pertama saya coba adalah Fedora Core 5. Cukup menyenangkan kompie saya sudah tersuport oleh FC5. Kemudian saya mencoba menginstall Fedora Core 8 (codename:Warewolf). Selain itu, saya juga mencoba menginstall openSuSE 10.3. Pengalaman pertama saya menginstall langsung tanpa lewat Live CD cukup berat. Berikut langkah-langkah menginstall FC8 :

1. Mensetting pada BIOS agar boot pertama pada CD/DVD
2. Kemudian muncul tampilan Welcome to Fedora 8, pilih install or upgrade an existing system.
3. Test media disk. Langkah ini berfungsi untuk cek awal apakah media install yang digunakan bisa berjalan dengan normal atau tidak. Kalau memang dirasa tidak ada masalah dengan media install, pilih Skip.
4. Langkah selanjutnya adalah memilih jenis bahasa yang digunakan selama instalasi. Secara default, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar instalasi. Selain itu juga bisa kita gunakan Bahasa Indonesia. Untuk selanjutnya saya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Memilih jenis keyboard, secara default keyboard U.S. English. Saya sarankan untuk biarkan default.
6. Pemilihan partisi drive. Yang dibutuhkan oleh Linux adalah partisi untuk root(/),home(/home),dan swap. Partisi root berisi filesystem Linux ( seperti di C:\\Windows ), partisi home berisi semua data user, dan partisi swap digunakan sebagai memori tambahan apabila memori fisik tidak mencukupi. Tentukan partisi swap 2 x memori fisik. Misal memori fisik 256 MB, maka partisi swap 512 MB. Pada saat pemilihan partisi harus hati-hati semua data pada harddisk anda akan terhapus. Oleh karena itu, jika memang menggunakan 2 Operating System (Linux dan MS Windows), backup terlebih dahulu data-data anda.
7. Instalasi Boot Loader. Yang sering digunakan sebagai boot loader adalah Grub dan Lilo, untuk selanjutnya saya menggunakan Grub. Boot loader ini bisa ditempatkan di MBR, sehingga dari awal menyalakan komputer sudah langsung pada piliha OS.
8. Konfigurasi Network. Anda juga bisa melakukan konfigurasi setelah Fedora terinstall.
9. Pemilihaan Timezone
10. Setting password Root. User root mempunyai kekuasaan untuk melakukan semua konfigurasi sistem. Minimal anda memasukkan 6 karakter sebagai password root, dan lebih baik gabungan dari angka dan huruf.
11. Pemilihan Aplikasi. Secara default, Gnome sebagai desktop standar dari Fedora, jika ingin menggunakan desktop KDE, pilih Costumize Now kemudian pilih KDE. Setelah selesai install pun bisa menambah atau mengurangi aplikasi.
12. Setelah itu, konfirmasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan ke proses instalasi.
13. Proses instalasi, lamanya tergantung banyaknya paket yang diinstall.
14. Setelah selesai, akan reboot dan mengkonfigurasi user dan passwordnya. Setelah itu anda bisa login sebagai user.

Proses instalasi dari openSuSE 10.3 tidak jauh berbeda. Hanya saja memiliki grafis instalasi jauh lebih baik dan memudahkan kita menginstall openSuSE.


Perbedaan mencintati & memiliki ??

7 Januari 2009

Seperti yang saya posting sebelumnya tentang apa perbedaan rasa mencintai dengan keinginan memiliki. Yang melatarbelakangi saya memposting tema seperti itu adalah keadaan yang cukup memprihatinkan jika kita memperhatikan sekeliling kita bahwa banyak orang tidak menyadari tentang lemahnya hati manusia tentang hal mencintai. Mungkin bisa disebutkan bahwa “Aku sudah pernah mengalami jatuh cinta”, hal tersebut yang cukup membatasi pikiran jernih kita untuk membedakan apakah benar-benar kita jatuh cinta atau hanya keinginan untuk selalu bersama si dia, selalu mengingat-ingat si dia atau apalah penyebutannya. Keadaan seperti ini bisa disebabkan karena awalnya kita berteman atau bersahabat dengan si dia, tapi lama-kelamaan timbul rasa di hati yang biasa kita sebut sebagai jatuh cinta. Lantas apakah benar rasa ini adalah rasa cinta kita pada lawan jenis atau hanya keinginan emosi kita sendiri ??
Sebenarnya pertanyaan semacam itu sudah pernah saya pertanyakan dan saya berusaha mencari jawaban baik dari teman saya ataupun dari browsing di internet. Ketika saya menanyakan pada dua teman saya, saya mendapatkan dua jawaban yang cukup berbeda.
1. “Kalau jatuh cintanya aku biasanya diawali dari rasa benci pada si dia entah karena usilnya, sikapnya ke aku, atau sifat pribadinya. Tapi dari rasa benci itu aku berusaha untuk merubahnya.” By Mé2
2. “Aku biasa aja, kalau aku jatuh cinta ya..ku pendam sendiri. Aku tak pernah berusaha menunjukkan jatuh cintaku pada si dia.” By Vé_
Dari dua pernyataan di atas, memang menunjukkan bahwa dua orang ini sangat sensitif dengan rasa cinta. Lantas bagaimana dengan keinginan untuk memiliki si dia? Dua orang teman saya tersebut hanya memberikan penjelasan tentang bagaimana kita bisa menerima keadaan atau rasa yang timbul tersebut pada diri kita. Just Let it Flow.
To be continued…