Kepada teman-teman yang berminat tentang Kuis Fisika – Olimpiade Fisika yang diselenggarakan Universitas Airlangga, silahkan ke tautan KF UNAIR. Terima kasih.
Intro
5 September 2009Mempelajari fisika adalah suatu petualangan yang menggairahkan dan menantang. Menjadi seorang fisikawan profesional bahkan lebih menggairahkan lagi. Di antara kegiatan intelek manusia yang paling banyak menyerap energi adalah mempelajari dunia tempat kita hidup dan mencoba membuka tabir rahasia alam. Dewasa ini kita menganggap materi tersusun oleh sekelompok kecil partikel fundamental atau elementer. Tiga dari partikel fundamental ini yang umum kita kenal dari SMP adalah elektron, proton, dan neutron. Meskipun saat ini sudah ditemukan berbagai partikel elementer yang lain, cukup tiga partikel tersebut yang mudah dipahami dalam penjelasan fisika secara awam.
Elektron, proton dan neutron terdapat dalam kelompok-kelompok tertentu yang disebut atom, di mana proton dan neutron terkumpul dalam suatu ruang sentral yang sangat kecil, yang disebut inti. Pada gilirannya atom-atom membentuk kesatuan lain yang disebut molekul. Akhirnya, molekul-molekul membentuk benda atau materi dalam kelompok, tampak sebagai zat padat, zat cair, gas, atau plasma (Febdian Rusydi). Pertanyaan yang lumrah muncul : mengapa dan bagaimana caranya elektron, proton, dan neutron saling mengikat satu dengan yang lain dalam membentuk atom? Mengapa dan bagaimana caranya atom saling mengikat satu dengan yang lain dalam membentuk molekul? Mengapa dan bagaimana caranya molekul saing mengikat satu dengan yang lain dalam membentuk benda? Bagaimana caranya materi berkelompok dalam ukuran mulai dari partikel debu kecil sampai ke planet yang sangat besar? Secara prinsip, beberapa pertanyaan tersebut dapat diselesaikan dengan memasukkan ide antaraksi, yakni adanya saling interaksi sedemikian rupa sehingga menghasilkan susunan yang stabil.
Pembahasan oleh fisika tidak terbatas dari partikel elementer hingga benda atau bahkan organisme, namun dari debu hingga ruang galaksi, dari barang sederhana hingga barang yang amat prestis, prosesor. Saat ini begitu menggema teknologi nano yang digunakan pada chip prosesor, inti dari komputer. Teknologi ini tidak akan ada tanpa perkembangan ilmu fisika, yakni adanya fisika kuantum. Sehingga ironi jika kita tidak menyadari betapa hebatnya fisika, masih menanyakan lapangan pekerjaan bagi lulusan fisika.
Beberapa penjelasan diambil dari buku Dasar-Dasar Fisika Universitas Edisi Kedua oleh Marcelo Alonso dan Edward J. Finn.
Ditulis oleh pipix
Ditulis oleh pipix
Kepemimpinan
22 Februari 2009Sebagaimana yang sudah saya baca, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mengatur, mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan apa yang diinginkan. Secara umum, kepemimpinan merupakan sikap kita dalam bertindak sebijaksana dan seadil mungkin. Mungkin materi kepemimpinan sudah menggema di kehidupan organisasi baik sejak SMP hingga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tapi penerapan dari kepemimpinan itu sendiri masih sangat kurang.
Misal seorang pemateri memberikan materi tentang bagaimana me-manage organisasi dengan baik. Namun dalam keseharian dari si pemateri, tidak tercermin sedikitpun dia me-manage kesehariannya. Contoh lain, seorang birokrat yang ada dalam pemerintahan tertangkap polisi karena terjerat kasus korupsi. Di organisasi telah ada peraturan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun faktanya kata-kata yang kotor,keras tetap saja ada. Lantas di manakah kepemimpinan orang tersebut?
Tipe-tipe kepemimpinan yang ada antara lain :
1. Demokratis, pemimpin yang memperhatikan suara bawahanya dalam mengambil keputusan
2. Paternalitas, pemimpin yang tidak memberikan kesempatan pada bawahannya karena merasa bawahannya masih perlu belajar banyak
3. Otokratis, pemimpin yang selalu otoriter dan diktator dalam memimpin
4. Pemimpin yang bersifat acuh tak acuh, sama sekali tidak memperhatikan keadaan organisasinya
Termasuk tipe kepemimpinan yang mana kita? Tipe di atas hanya beberapa dari sekian banyak teori kepemimpinan dalam berorganisasi. Lantas apakah sudah merasuk di dalam sanubari kita tentang esensi kepemimpinan itu sendiri?
Memang untuk dapat mengerti bagaimana kepemimpinan itu dibutuhkan banyak waktu serta latihan. Di manakah “Kawah Candradimuka” untuk melatihnya? ORGANISASI. Sungguh ironi jika di lingkungan kita khususnya di lingkungan pendidikan ada organisasi internal maupun ekstrakurikuler tapi kita tidak memanfaatkannya. Mungkin banyak orang tua yang berasumsi bahwa sekolah hanya untuk mendapatkan ilmu akademik dan ber-organisasi bisa menurunkan prestasi akademik. Menurut saya, IYA demikian yang pasti terjadi ketika kita kurang maksimal me-manage kegiatan kita baik untuk akademik maupun non-akademik. Justru akan terjadi sebaliknya jika kita bisa optimal membagi kegiatan kita, yakni prestasi akademik akan naik dengan adanya tambahan ilmu dari organisasi. Bagaimana mungkin bisa menambah nilai akademik? Di organisasi dilatih untuk dapat berbicara lancar, menyampaikan pendapat, dan berdebat dengan anggota lain. Dalam penilaian akademik, tidak hanya dari ujian tertulis (nilai kognitif), tapi juga ketrampilan (psikomotor) dan sopan santun (afektif) mendapatkan perhatian penuh dari guru maupun dosen. Ketrampilan di sini tidak hanya dalam “praktikum”, tapi juga kelancaran kita sewaktu menyampaikan pendapat. Dan saya rasa cukup beralasan jika kita menuntut sukses di bidang pendidikan maupun di dunia kerja dengan didasari ilmu akademik dan non-akademik.
Meski sebagian besar orang tua di Indonesia masih menganggap berorganisasi bagi anak-anaknya sangat menggangu belajarnya si anak, baik pemerintah maupun teman-teman yang sudah aktif di organisasi hendaknya bisa membantu teman-teman yang masih belum sepenuhnya mengerti ilmu non-akademik untuk bersedia bergabung dan pemerintah bisa memaksimalkan organisasi sekolah untuk membentuk calon-calon penerus bangsa yang berkualitas agar tidak ada pelaku-pelaku KKN. Serta sedikit harapan untuk seluruh orang tua, mari kita maksimalkan kemampuan putra-putri kita dalam menuntut ilmu sehingga mereka bisa layak menjadi anggota masyarakat yang berkualitas.