Repo Lokal

22 Februari 2009

Pada posting sebelumnya, saya sudah menjelaskan sedikit mengenai pengalaman saya ketika menginstall Fedora 8. Untuk saat ini, saya menggunakan Fedora 10 ‘Cambridge’. Setelah selesai menginstall Fedora 10, tampilan booting hanya layar warna hitam dan ada process bar di bagian bawah. Setelah saya browsing, saya temukan solusinya.
Tambahkan teks: vga=0×318, pada baris kernel /vmlinuz—–ro root—-rhgb quiet

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#boot=/dev/sda

default=0

timeout=1

splashimage=(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz

hiddenmenu

title Fedora (2.6.27.5-117.fc10.i686)

root (hd0,0)

kernel /vmlinuz-2.6.27.5-117.fc10.i686 ro root=UUID=9fb4477e-0efc-4c75-8f15-61e8df8a2a1d rhgb quiet vga=0×318

initrd /initrd-2.6.27.5-117.fc10.i686.img
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

setelah kita tambahkan teks tersebut, boot dengan Plymouth akan berjalan dengan baik.

Di Fedora, jika kita menginginkan Add/Remove Software, secara default harus terhubung di internet. Cukup membingungkan jika kompie kita tidak terhubung dengan internet. Oleh karena itu, setelah selesai install saya copy semua Package baik dari CD/DVD install maupun repository. Misal saya copy di folder /home/repo.
1.    Install createrepo, kemudian buat repo lokal

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#createrepo /home/repo
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

2.    Edit file pada /etc/yum.repos.d/ yaitu file fedora.repo dan fedora-updates.repo dengan mengganti enabled=1 dengan enabled=0

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#gedit /etc/yum.repos.d/fedora.repo
#gedit /etc/yum.repos.d/fedora-updates.repo
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

3.    Buat file repo baru, misal dengan nama file fedora-new.repo

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#gedit /etc/yum.repos.d/fedora-new.repo
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

4.    Pada file repo baru tersebut, tentukan alamat dari package yang sudah di copy tadi

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
[fedora_repo]
name=Fedora-10 $releasever – $basearch-fedora_repo

baseurl=file:///home/repo

enabled=1

gpgcheck=0

gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-fedora-$basearch
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

5.    Lakukan clean dan update yum

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#yum clean all
#yum check-update
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Jika kita ingin menginstall program, misal XMMS

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#yum install xmms
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

tunggu proses install hingga selesai.

Selain install melalui console, bisa melalui YUMEX yaitu aplikasi yum berbasis grafis.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
#yum install yumex
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Di Fedora 10, aplikasi realplayer tidak ada dalam paket repository. Anda bisa download sendiri di sini
Dan silahkan menikamati Fedora 10 dengan menambah atau mengurangi program yang anda inginkan.


Kepemimpinan

22 Februari 2009

Sebagaimana yang sudah saya baca, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mengatur, mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan apa yang diinginkan. Secara umum, kepemimpinan merupakan sikap kita dalam bertindak sebijaksana dan seadil mungkin. Mungkin materi kepemimpinan sudah menggema di kehidupan organisasi baik sejak SMP hingga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tapi penerapan dari kepemimpinan itu sendiri masih sangat kurang.

Misal seorang pemateri memberikan materi tentang bagaimana me-manage organisasi dengan baik. Namun dalam keseharian dari si pemateri, tidak tercermin sedikitpun dia me-manage kesehariannya. Contoh lain, seorang birokrat yang ada dalam pemerintahan tertangkap polisi karena terjerat kasus korupsi. Di organisasi telah ada peraturan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun faktanya kata-kata yang kotor,keras tetap saja ada. Lantas di manakah kepemimpinan orang tersebut?

Tipe-tipe kepemimpinan yang ada antara lain :
1.    Demokratis, pemimpin yang memperhatikan suara bawahanya dalam mengambil keputusan
2.    Paternalitas, pemimpin yang tidak memberikan kesempatan pada bawahannya karena merasa bawahannya masih perlu belajar banyak
3.    Otokratis, pemimpin yang selalu otoriter dan diktator dalam memimpin
4.    Pemimpin yang bersifat acuh tak acuh, sama sekali tidak memperhatikan keadaan organisasinya
Termasuk tipe kepemimpinan yang mana kita? Tipe di atas hanya beberapa dari sekian banyak teori kepemimpinan dalam berorganisasi. Lantas apakah sudah merasuk di dalam sanubari kita tentang esensi kepemimpinan itu sendiri?

Memang untuk dapat mengerti bagaimana kepemimpinan itu dibutuhkan banyak waktu serta latihan. Di manakah “Kawah Candradimuka” untuk melatihnya? ORGANISASI. Sungguh ironi jika di lingkungan kita khususnya di lingkungan pendidikan ada organisasi internal maupun ekstrakurikuler tapi kita tidak memanfaatkannya. Mungkin banyak orang tua yang berasumsi bahwa sekolah hanya untuk mendapatkan ilmu akademik dan ber-organisasi bisa menurunkan prestasi akademik. Menurut saya, IYA demikian yang pasti terjadi ketika kita kurang maksimal me-manage kegiatan kita baik untuk akademik maupun non-akademik. Justru akan terjadi sebaliknya jika kita bisa optimal membagi kegiatan kita, yakni prestasi akademik akan naik dengan adanya tambahan ilmu dari organisasi. Bagaimana mungkin bisa menambah nilai akademik? Di organisasi dilatih untuk dapat berbicara lancar, menyampaikan pendapat, dan berdebat dengan anggota lain. Dalam penilaian akademik, tidak hanya dari ujian tertulis (nilai kognitif), tapi juga ketrampilan (psikomotor) dan sopan santun (afektif) mendapatkan perhatian penuh dari guru maupun dosen. Ketrampilan di sini tidak hanya dalam “praktikum”, tapi juga kelancaran kita sewaktu menyampaikan pendapat. Dan saya rasa cukup beralasan jika kita menuntut sukses di bidang pendidikan maupun di dunia kerja dengan didasari ilmu akademik dan non-akademik.

Meski sebagian besar orang tua di Indonesia masih menganggap berorganisasi bagi anak-anaknya sangat menggangu belajarnya si anak, baik pemerintah maupun teman-teman yang sudah aktif di organisasi hendaknya bisa membantu teman-teman yang masih belum sepenuhnya mengerti ilmu non-akademik untuk bersedia bergabung dan pemerintah bisa memaksimalkan organisasi sekolah untuk membentuk calon-calon penerus bangsa yang berkualitas agar tidak ada pelaku-pelaku KKN. Serta sedikit harapan untuk seluruh orang tua, mari kita maksimalkan kemampuan putra-putri kita dalam menuntut ilmu sehingga mereka bisa layak menjadi anggota masyarakat yang berkualitas.