Install Linux

9 Februari 2009

Distro Linux yang pertama saya coba install ( sebelumnya menggunakan live cd ) adalah Mandriva 2007. Saya install melalui live cd, dan hasilnya tidak mengecewakan. Dengan Window Manager Gnome bisa langsung support spesifikasi pc saya yakni HDD 10GB,SDRAM 128MB,VGA on board. Cukup menyenangkan menggunakan Linux sehingga saya tidak khawatir akan kena razia software bajakan. Tapi karena masih minimnya pengetahuan saya tentang bagaimana memanfaatkan Linux, akhirnya saya gunakan MS Windows lagi.

Untuk saat ini, saya sangat tertarik dengan Fedora dan openSuSE. Yang pertama saya coba adalah Fedora Core 5. Cukup menyenangkan kompie saya sudah tersuport oleh FC5. Kemudian saya mencoba menginstall Fedora Core 8 (codename:Warewolf). Selain itu, saya juga mencoba menginstall openSuSE 10.3. Pengalaman pertama saya menginstall langsung tanpa lewat Live CD cukup berat. Berikut langkah-langkah menginstall FC8 :

1. Mensetting pada BIOS agar boot pertama pada CD/DVD
2. Kemudian muncul tampilan Welcome to Fedora 8, pilih install or upgrade an existing system.
3. Test media disk. Langkah ini berfungsi untuk cek awal apakah media install yang digunakan bisa berjalan dengan normal atau tidak. Kalau memang dirasa tidak ada masalah dengan media install, pilih Skip.
4. Langkah selanjutnya adalah memilih jenis bahasa yang digunakan selama instalasi. Secara default, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar instalasi. Selain itu juga bisa kita gunakan Bahasa Indonesia. Untuk selanjutnya saya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Memilih jenis keyboard, secara default keyboard U.S. English. Saya sarankan untuk biarkan default.
6. Pemilihan partisi drive. Yang dibutuhkan oleh Linux adalah partisi untuk root(/),home(/home),dan swap. Partisi root berisi filesystem Linux ( seperti di C:\\Windows ), partisi home berisi semua data user, dan partisi swap digunakan sebagai memori tambahan apabila memori fisik tidak mencukupi. Tentukan partisi swap 2 x memori fisik. Misal memori fisik 256 MB, maka partisi swap 512 MB. Pada saat pemilihan partisi harus hati-hati semua data pada harddisk anda akan terhapus. Oleh karena itu, jika memang menggunakan 2 Operating System (Linux dan MS Windows), backup terlebih dahulu data-data anda.
7. Instalasi Boot Loader. Yang sering digunakan sebagai boot loader adalah Grub dan Lilo, untuk selanjutnya saya menggunakan Grub. Boot loader ini bisa ditempatkan di MBR, sehingga dari awal menyalakan komputer sudah langsung pada piliha OS.
8. Konfigurasi Network. Anda juga bisa melakukan konfigurasi setelah Fedora terinstall.
9. Pemilihaan Timezone
10. Setting password Root. User root mempunyai kekuasaan untuk melakukan semua konfigurasi sistem. Minimal anda memasukkan 6 karakter sebagai password root, dan lebih baik gabungan dari angka dan huruf.
11. Pemilihan Aplikasi. Secara default, Gnome sebagai desktop standar dari Fedora, jika ingin menggunakan desktop KDE, pilih Costumize Now kemudian pilih KDE. Setelah selesai install pun bisa menambah atau mengurangi aplikasi.
12. Setelah itu, konfirmasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan ke proses instalasi.
13. Proses instalasi, lamanya tergantung banyaknya paket yang diinstall.
14. Setelah selesai, akan reboot dan mengkonfigurasi user dan passwordnya. Setelah itu anda bisa login sebagai user.

Proses instalasi dari openSuSE 10.3 tidak jauh berbeda. Hanya saja memiliki grafis instalasi jauh lebih baik dan memudahkan kita menginstall openSuSE.


9 Februari 2009

Pertama saya mengenal OS Linux, semenjak tahun 2005 ketika saya masih duduk di bangku SMA. Ketika itu saya sedang browsing internet di salah satu warnet dekat sekolahan saya. Tapi, rasanya ada yang aneh ketika tampilan dari Operating Systemnya jauh berbeda dari biasanya yang saya gunakan (MS Windows). Cukup sulit untuk mengenali Visual Style dari OS ini, sehingga terpaksa tidak jadi ngenet. Setelah itu saya tanyakan ke operator warnet tersebut dan ternyata OS tersebut adalah Linux (Fedora). Akhirnya, berbekal satu istilah “Linux” maka saya coba mencari tahu tentang OS tersebut baik melalui browsing di internet maupun membeli berbagai buku mengenai Operating System yang notabene free of charge.

Buku pertama yang saya beli tentang Linux terpaket dengan 1 keping CD Live dari Knoppix. Tampilan dari Knoppix dengan berbendel dasar desktop KDE, cukup menarik bagi saya yang sudah terbiasa dengan Windows XP. Dari buku tersebut, saya juga sedikit tahu bagaimana sejarah dari OS Linux. Sebagaimana yang saya dapatkan, Linux adalah sistem operasi yang memiliki sistem operasi UNIX. Pada saat itu UNIX merupakan OS yang tangguh dan sering digunakan oleh komputer mainframe sebagai server.

Sekitar pertengahan 1991, Linus Bennedict Torvalds mahasiswa universitas Finlandia mengotak-atik MINIX turunan dari UNIX yang kemudian diberi nama Linux. Kemudian dia mempublikasikan di internet bahwa ia telah membuat sistem operasi yang dapat didownload siapa saja dengan kode program yang terbuka (dapat dibaca dan dikembangkan oleh siapapun). Linus kemudian menjadikan Linux sebagai piranti lunak yang bersifat Open Source yakni setiap orang bisa melihat kode suatu program, bebas mendistribusikan, serta bebas merubah atau menambah fitur dari program tersebut.

Pada awalnya, Linux banyak digunakan pada mode teks. Dalam artian setiap perintah harus kita ketikkan melalui terminal konsol. Akhirnya para developer Linux membuat Linux berbasiskan GUI (grafis). Sehingga muncullah banyak window manager seperti KDE, Gnome, Xfce, Enlightment, dll. Sehingga lahirlah distro-distro Linux seperti Mandriva, Fedora, Suse,Knoppix, ubuntu, dll. Linux menggunakan lisensi GPL (General Public License) di mana masyarakat dapat menggunakan Linux secara bebas dan didapatkan secara bebas pula.

Perbandingan denga MS Windows, mungkin Linux memiliki kekurangan di bagian grafisnya tapi jangan harap virus dengan mudah bercokol di Linux. Hal ini disebabkan karena selain akses root tidak diijinkan merubah sistem. Selain itu, bendelan dari Linux (install maupun live cd) sudah termasuk program kategori Office, Multimedia, Internet, Games, Utility, dll. Sehingga tidak perlu khawatir tidak mahir karena dewasa ini, Linux sudah semakin menyamai MS Windows. Bahkan Microsoft pun mulai menjajaki Open Source sebagai programnya.