Distro Linux yang pertama saya coba install ( sebelumnya menggunakan live cd ) adalah Mandriva 2007. Saya install melalui live cd, dan hasilnya tidak mengecewakan. Dengan Window Manager Gnome bisa langsung support spesifikasi pc saya yakni HDD 10GB,SDRAM 128MB,VGA on board. Cukup menyenangkan menggunakan Linux sehingga saya tidak khawatir akan kena razia software bajakan. Tapi karena masih minimnya pengetahuan saya tentang bagaimana memanfaatkan Linux, akhirnya saya gunakan MS Windows lagi.
Untuk saat ini, saya sangat tertarik dengan Fedora dan openSuSE. Yang pertama saya coba adalah Fedora Core 5. Cukup menyenangkan kompie saya sudah tersuport oleh FC5. Kemudian saya mencoba menginstall Fedora Core 8 (codename:Warewolf). Selain itu, saya juga mencoba menginstall openSuSE 10.3. Pengalaman pertama saya menginstall langsung tanpa lewat Live CD cukup berat. Berikut langkah-langkah menginstall FC8 :
1. Mensetting pada BIOS agar boot pertama pada CD/DVD
2. Kemudian muncul tampilan Welcome to Fedora 8, pilih install or upgrade an existing system.
3. Test media disk. Langkah ini berfungsi untuk cek awal apakah media install yang digunakan bisa berjalan dengan normal atau tidak. Kalau memang dirasa tidak ada masalah dengan media install, pilih Skip.
4. Langkah selanjutnya adalah memilih jenis bahasa yang digunakan selama instalasi. Secara default, Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar instalasi. Selain itu juga bisa kita gunakan Bahasa Indonesia. Untuk selanjutnya saya menggunakan Bahasa Inggris.
5. Memilih jenis keyboard, secara default keyboard U.S. English. Saya sarankan untuk biarkan default.
6. Pemilihan partisi drive. Yang dibutuhkan oleh Linux adalah partisi untuk root(/),home(/home),dan swap. Partisi root berisi filesystem Linux ( seperti di C:\\Windows ), partisi home berisi semua data user, dan partisi swap digunakan sebagai memori tambahan apabila memori fisik tidak mencukupi. Tentukan partisi swap 2 x memori fisik. Misal memori fisik 256 MB, maka partisi swap 512 MB. Pada saat pemilihan partisi harus hati-hati semua data pada harddisk anda akan terhapus. Oleh karena itu, jika memang menggunakan 2 Operating System (Linux dan MS Windows), backup terlebih dahulu data-data anda.
7. Instalasi Boot Loader. Yang sering digunakan sebagai boot loader adalah Grub dan Lilo, untuk selanjutnya saya menggunakan Grub. Boot loader ini bisa ditempatkan di MBR, sehingga dari awal menyalakan komputer sudah langsung pada piliha OS.
8. Konfigurasi Network. Anda juga bisa melakukan konfigurasi setelah Fedora terinstall.
9. Pemilihaan Timezone
10. Setting password Root. User root mempunyai kekuasaan untuk melakukan semua konfigurasi sistem. Minimal anda memasukkan 6 karakter sebagai password root, dan lebih baik gabungan dari angka dan huruf.
11. Pemilihan Aplikasi. Secara default, Gnome sebagai desktop standar dari Fedora, jika ingin menggunakan desktop KDE, pilih Costumize Now kemudian pilih KDE. Setelah selesai install pun bisa menambah atau mengurangi aplikasi.
12. Setelah itu, konfirmasi instalasi. Klik Next untuk melanjutkan ke proses instalasi.
13. Proses instalasi, lamanya tergantung banyaknya paket yang diinstall.
14. Setelah selesai, akan reboot dan mengkonfigurasi user dan passwordnya. Setelah itu anda bisa login sebagai user.
Proses instalasi dari openSuSE 10.3 tidak jauh berbeda. Hanya saja memiliki grafis instalasi jauh lebih baik dan memudahkan kita menginstall openSuSE.
Ditulis oleh pipix
Ditulis oleh pipix